Jumat, 27 November 2009

Diposkan oleh dunia blog

Pergaulan bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah merupakan salah satu penyebab tingginya angka aborsi di Indonesia. Ironisnya banyak di antara pelaku yang tidak menyadari, bahwa tindakan yang mereka lakukan bertentangan dengan nilai-nilai agama dan bisa membahayakan keselamatan calon ibu. ”Saat ini praktik aborsi semakin merajalela bukan hanya di kalangan mahasiswa yang melakukan praktik tapi juga pelajar. Padahal jika mereka bisa selektif dalam bergaul serta menjadikan Alquran dan Sunah sebagai pedoman hidup saya optimis tindakan aborsi bisa dihindari,” kata Dr Hasto Wardoyo SpOG dalam acara seminar tentang aborsi yang diselenggarakan oleh English Department Student Association (ESDA) bekerja sama dengan SKH Kedaulatan Rakyat , Minggu (3/5) di Auditorium Kampus II UAD.

Menurutnya, aborsi sering terjadi pada kehamilan yang tidak dikehendaki. Kehamilan tidak dikehendaki ini biasanya sering dialami oleh remaja yang terlibat dalam pergaulan bebas. Akibatnya karena alasan belum siap dan malu menanggung aib mereka memutuskan untuk melakukan aborsi. Karena dokter atau paramedis menolak, biasanya aborsi itu dilakukan dengan minta pertolongan pada orang yang kurang berkompeten. ”Saya terkadang sering merasa prihatin jika melihat anak usia remaja yang nekat melakukan aborsi tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Padahal jika proses aborsi sampai ditangani oleh orang yang salah bisa-bisa keselamatan mereka jadi terancam. Sebelum hal itu terjadi saya mengimbau pada remaja agar lebih selektif dalam bergaul,”jelas Hasto.

Komentar serupa diungkapkan oleh Iip Wijayanto. Menurutnya aborsi biasanya terjadi akibat dari pergaulan bebas yang terlalu permisif serta mengabaikan norma-norma yang ada di masyarakat. Pergaulan bebas yang tidak terkontrol itu tidak hanya menimbulkan kerugian bagi kaum perempuan tapi juga bertentangan dengan ajaran agama Islam. Untuk menghindari hal itu alangkah baiknya jika para remaja bisa menjaga aurat dan menghormati kehidupan yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. ”Selama ini remaja sering takut dikatakan kuno dan ketinggalan zaman. Akibatnya tidak sedikit di antara mereka yang terlibat dalam pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan di luar nikah. Saya kira persoalan ini harus ditangani dengan serius oleh semua pihak. Sebab kalau dibiarkan masa depan generasi muda akan menjadi taruhannya,”

0 komentar:

Poskan Komentar